Home » » 50 Liga Sepakbola Terancam Pengaturan Pertandingan

50 Liga Sepakbola Terancam Pengaturan Pertandingan


FIFA (Foto: Daylife)
FIFA (Foto: Daylife)
ZURICH – Praktek pengaturan skor tampaknya bakal sangat mengancam sepakbola dunia. Sekelompok kriminal diindikasikan tengah berusaha menjadikan 50 liga sepakbola di seluruh dunia untuk mereka atur hasil pertandingannya.

Kepala Keamanan FIFA, Ralf Mutschke, menyebutkan, kelompok kriminal itu akan menguasai liga-liga di seluruh dunia untuk kepentingan perjudian. Kelompok yang terlibat diduga merupakan mereka yang sebelumnya terlibat dalam dunia perdagangan narkoba.

Mutschke mengungkapkan, dari hasil pengakuan para pengatur pertandingan yang telah ditangkap dan dihukum, ada banyak pertemuan rahasia yang melibatkan berbagai elemen dalam sepakbola, demi melancarkan praktek mereka. Kelompok kriminal ini memilih beralih dari berdagang narkoba menjadi pelaku pengaturan skor, karena keuntungan yang mereka dapat lebih banyak, dan memiliki risiko yang lebih kecil.

"Saya bertemu dan berbicara dengan seorang pengatur pertandingan yang telah dihukum di Zurich. Dia mengatakan kepada saya tentang adanya pergeseran dari bisnis perdagangan narkoba menjadi pengaturan skor dalam sepakbola. Hal ini dikarenakan risiko yang lebih kecil dan keuntungan lebih besar yang bisa mereka dapat,” terang Mutschke, seperti dilansir Reuters, Kamis (17/1/2013).

“Dia katakan itu langsung kepada saya. Ada sekitar 50 liga di luar Eropa yang dijadikan target kejahatan mereka yang terorganisir demi dimainkan di pasar taruhan,” lanjutnya.

Kasus pengaturan pertandingan menjadi masalah besar yang harus diselesaikan FIFA, namun prakteknya kian mengular di belahan dunia, terutama Eropa yang kompetisinya beberapa kali terjadi praktek itu. Para penjudi itu tak segan membayar pemain, wasit, atau ofisial pertandingan demi memanipulasi hasil laga sesuai keinginan mereka.

Keuntungan yang didapat oleh kelompok kriminal itu juga tergolong besar dari ramainya pasar taruhan. Bila praktek mereka diketahui oleh polisi dan tertangkap, hukumannya juga terbilang lebih ringan ketimbang mereka berbisnis narkoba. Kelompok kriminal ini juga disebut-sebut punya akses masuk ke federasi sepakbola, juga pejabat-pejabat klub yang bisa mereka suap untuk kepentingan mereka.

“Kita sudah melihat bagaimana mereka terorganisir menguasai seluruh klub dan menggunakannya untuk memanipulasi hasil pertandingan. Praktek ini sudah terjadi di liga-liga dunia,” ungkapnya.

"Kami juga melihat bagaimana mereka bisa masuk ke federasi sepakbola sebuah negara dan menawarkan uang demi kepentingan mereka mengatur hasil pertandingan. Bahkan, beberapa wasit dan pemain memang tertarik dengan praktek ini. Wasit-wasit yang punya kedekatan dengan federasi dijanjikan kariernya meningkat bila mau diatur oleh mereka,” tutup Mutschke, yang bergabung dengan FIFA di tahun 2012 ini.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Blogspot.com | Freza Nugraha | Master Template
Copyright © 2013. Pustaka cyber - All Rights Reserved
Template Modify by Freza Nugraha
Proudly powered by Blogger