Neymar di Timnas Brasil (championsleague)
VIVAbola - Laga persahabatan akan menjadi
sajian menarik di pertengahan pekan ini. Sejumlah negara raksasa
sepakbola dunia akan mengukur kesiapan menghadapi Kualifikasi Piala
Dunia 2014.
Laga persahabatan ini akan dijadikan sebagai ajang untuk mengasah
kekuatan. Inggris menjamu Brasil, Belanda meladeni Italia dan Jerman
menghadapi Prancis.
Paling menarik tentu pertandingan Brasil dan Inggris, Rabu 6 Januari
2013 (Kamis dinihari WIB). Ini menjadi debut pelatih anyar, tapi lawas
milik Brasil, Luis Felipe Scolari.
Nama pelatih 64 tahun itu sudah tidak asing bagi publik Brasil.
Scolari merupakan arsitek yang mengantarkan Tim Samba meraih Piala Dunia
2002 silam.
Sukses bersama Brasil, Scolari mencoba peruntungan
menangani Timnas Portugal. Lima tahun dia melatih Seleccao das Quinas
dan terbilang sukses. Big Phil membawa Portugal ke final Euro 2004 yang
digelar di kandang sendiri. Ia juga mengantarkan Cristiano Ronaldo cs ke
semifinal Piala Dunia 2006 Jerman.
Namun, kariernya mulai meredup setelah itu. Scolari gagal total bersama
Chelsea. Dia sempat melatih klub asal Uzbekistan, Bunyodkor hingga Palmeiras sebelum kembali menukangi Timnas Brasil.
Scolari
ditunjuk Federasi Sepakbola Brasil (CBF) terhitung mulai 28 November
2012 untuk menggantikan posisi Mano Menezes. Menghadapi Inggris di laga
debutnya, catatan manis mengiringi pelatih kelahiran Passo Fundo, 9
November 1948 itu.
Big Phil mengantarkan Brasil menyingkirkan
Inggris di perempatfinal Piala Dunia 2002. Pada Piala Eropa 2004 silam,
dia memimpin Portugal mengeliminasi Inggris di babak delapan besar. Dua
tahun kemudian, di Piala Dunia 2006, Scolari yang masih berstatus
sebagai pelatih Portugal sukses mendepak Inggris di perempatfinal.
Kini,
Scolari coba memperpanjang rekor kemenangan saat membawa Neymar cs
menghadapi Inggris di Stadion Wembley, London. "Ini pertandingan
prestisius buat Scolari. Lewat pertandingan persahabatan ini, kami akan
membuktikan diri sebagai kandidat kuat pemenang Piala Dunia 2014," kata
pemain Brasil, Hulk kepada
The Daily Exspress.Menilik
rekor pertemuan kedua kubu, Inggris belum bisa memetik kemenangan dalam
delapan pertemuan terakhir kontra Brasil. The Three Lions terakhir
memetik kemenangan saat jumpa Brasil di Wembley pada 1990 silam.
Kendati menorehkan rapor negatif saat menghadapi Brasil, tim asuhan Roy Hodgson itu dipastikan tampil
on fire. Selain
ingin memecahkan rekor buruk, kemenangan atas Brasil akan menjadi kado
manis buat Federasi Sepakbola Inggris (FA) yang merayakan usia 150
tahun.
"Kami gembira pertandingan melawan Brasil menandai
perayaan ulang tahun ke-150 FA. Rasanya sangat luar biasa memasuki tahun
terpenting dalam sejarah sepakbola Inggris menghadapi lawan seperti
Brasil," tulis pernyataan FA di situs resminya.
Balotelli & Timnas ItaliaPertandingan
tidak kalah seru terjadi di Amsterdam ArenA. Finalis Piala Dunia 2010,
Belanda akan menjamu Italia. Laga sarat gengsi ini kembali jadi ajang
pembuktian Mario Balotelli.
Ya, bomber berdarah Ghana itu tengah menjadi sorotan. Tidak butuh
waktu lama buat Super Mario langsung menyumbangkan 2 gol buat klub
barunya, AC Milan saat menghadapi Udinese.
Kini, harapan besar
tertumpu pada Balotelli saat Italia menghadapi Belanda. Balotelli
kemungkinan besar akan diduetkan bersama rekan setimnya di Milan,
Stephan El Shaarawy di lini depan oleh pelatih Italia, Cesare Prandelli.
Sang Allenatore antusias dengan kepindahan Balotelli ke Milan. Ini
membuat Prandelli bisa dengan mudah memantau perkembangan Balotelli.
"Suatu keuntungan buat kami, Balotelli bisa bermain dengan El
Shaarawy setiap harinya. Saya kira, mereka berdua bisa menjadi duet yang
sangat penting untuk Timnas Italia. Keduanya memiliki potensi besar,"
ujat mantan pelatih Fiorentina itu.
Menilik rapor pertemuan kedua
kubu dalam tiga pertemuan terakhir, Belanda dan Italia bisa dibilang
memiliki kekuatan yang merata. Di laga persahabatan, Italia sempat
menekuk Belanda dengan skor 3-1 pada 13 November 2005.
Namun,
Belanda membalasnya di ajang Piala Eropa 2008. Belanda ganti melumat
Italia dengan skor 3-0 di babak penyisihan grup C, 10 Juni 2008. Kedua
seteru terakhir bertemu pada 15 November 2009. Ketika itu, Belanda dan
Italia bermain imbang tanpa gol.
Jerman Tanpa Trio Dortmund Tantang Prancis
Jerman dipastikan tidak akan tampil dengan kekuatan terbaiknya saat
melawat ke Stade de France. Menghadapi Prancis, Tim Panser dipastikan
tidak akan diperkuat trio Borussia Dortmund: Marcel Schmelzer, Mario
Goetze dan Marco Reus. Ketiganya terpaksa diparkir karena mengalami
cedera.
Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff membeberkan alasan
utama tiga pemain itu tidak bisa dibawa dalam laga persahabatan lawan
Prancis. Bek kiri Schmelzer harus absen setelah mengalami cedera engkel.
Goetze yang berposisi sebagai gelandang serang harus absen karena
mengalami infeksi virus, sedangkan Reus mengalami cedera otot paha.
Namun,
Bierhoff menjamin absennya trio pemain itu tidak akan menggangu
performa Jerman saat menghadapi Tim Ayam Jantan. Mantan pemain AC Milan
itu tetap menargetkan kemenangan di kandang Prancis.
"Persahabatan tetap penting bagi kami tahun ini karena kualifikasi
Piala Dunia segera dimulai. Kami senang bisa mempersiapkan diri melawan
tim sekuat Prancis," kata Bierhoff kepada
Soccerway.
Saat
disinggung mengenai catatan kurang bagus Jerman saat bersua Prancis,
Bierhoff punya jawaban. "Rekor untuk dipecahkan. Jika kami menang, itu
akan sangat bagus bagi moral tim," kata Bierhoff.
Mengintip head
to head kedua kubu, Prancis masih unggul atas Jerman. Dalam lima
pertemuan terakhir sejak 1996, Jerman tidak pernah memetik kemenangan
saat jumpa Prancis.
Juara Piala Dunia 1998 itu tercatat pernah mengalahkan Jerman dengan
skor telak 3-0, 16 Maret 2003. Prancis terakhir kali mengalahkan Jerman
2-1 pada 1 Maret 2012 lalu. Mampukah, Jerman mengakhiri rekor buruk saat
jumpa Prancis di tengah pekan ini? (one)